<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>menulis &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/menulis/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "menulis"</description>
	<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 06:11:43 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Seorang Dosen UIN Syarif Hidayatullah Menyebut saya ABU JAHAL]]></title>
<link>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=551</link>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 03:36:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>heri mulyo cahyo</dc:creator>
<guid>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=551</guid>
<description><![CDATA[WARNING:



BACALAH SEMUA 	POSTING INI – dengan tenang BARU KOMENTAR!


Saya TIDAK AKAN 	MELOLOSKA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>WARNING:</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">BACALAH SEMUA 	POSTING INI – dengan tenang BARU KOMENTAR!</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Saya TIDAK AKAN 	MELOLOSKAN KOMENTAR ANONIM dan MENGGUNAKAN KATA-KATA KASAR serta 	Mereka Yang TIDAK MENCANTUMKAN BLOG Yang Bisa Saya Lihat. Mari 	Belajar berpendapat yang baik.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">KALAU ANDA 	TIDAK SETUJU DENGAN DUA SARAT DIATAS, Mohon Maaf SAYA TIDAK AKAN 	TOLERANSI. Saya Tidak Ingin Blog Ini Penuh Dengan Flaming!</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Terima Kasih!</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">****************</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Posting saya:</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;">Sungguh sebelum saya memposting tulisan ini saya berpikir berulang-ulang apakah saya hendak menanggapi atau tidak email yang masuk via japri setelah saya mengomentari sebuah postingan di blognya Mas Hafez <a href="http://hafez.wordpress.com/2007/12/08/giliran-pm-turki-di-fitnah-hti/">[anda bisa melihatnya di sini].</a><!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Akhirnya dengan Bismillah saya mencoba untuk mempostingnya sebagai bentuk pertanggung jawaban publik atas kesalahfahaman ini. Selain itu mudah-mudahan hal ini bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua, baik saya maupun anda ketika hendak melakukan komentar atas sebuah postingan, baik di blog anda sendiri apalagi di blog orang lain.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sengaja tidak saya tampilkan secara public email tersebut, tetapi anda bisa mendowloadnya disini (<a href="http://hmcahyo.files.wordpress.com/2008/07/abu-jahl1.pdf">abu-jahl1</a>) disini</p>
[gallery]
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Terkait dengan email tersebut ada beberapa catatan yang mungkin perlu jadi pelajaran bagi kita para blogger semua:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Kebanyakan 	kita – para komentator di blog - sering TIDAK MEMBACA SECARA UTUH, 	sebuah topik permasalahan yang ada. Hal ini mengingatkan saya kepada 	postingan saya yang berjudul:<a href="http://hmcahyo.wordpress.com/2008/06/05/bubarkan-fpi-tentusaja-tapi-%e2%80%a6/"> Bubarkan FPI Tentu Saja...! </a>dimana 	banyak komentator yang TIDAK MEMBACA DENGAN BAIK posting yang saya 	buat.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Yang 	lebih parah adalah TIDAK MENYIMAK ALUR KOMENTAR DI ATASNYA tetapi 	langsung melakukan SIMPLIFIKASI satu atau dua postingan yang ada – 	hal ini tentu menjadikan isi komentar menjadi tidak ter-arah, 	apalagi seperti postingan di blog mas Hafez yang menjadi pertikaian 	itu bisa mencapai ratusan. Saya kok ragu pengirim email tersebut 	TIDAK MEMBACA KOMENTAR DI ATASNYA SECARA UTUH, hal ini bisa dilihat 	dari komentar mas hafez yang bilang menyebutnya sebagai new comer, 	dan mas Hafez tidak melakukan komentar balasan karena komentar 	serupa SUDAH DISAMPAIKAN di atasnya.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Ternyata 	sebagian dari kita MASIH BELUM MENERIMA ADANYA PERBEDAAN DENGAN 	LAPANG, terbukti dari email tersebut yang menyatakan saya membenci 	kelompoknya, dan kelompok-kelompok lain yang disebut. Saya kira itu 	sekali lagi akibat KETIDAK TUTASAN dalam membaca semua posting saya. 	Kalau mau jujur, dan anda bisa mencari dalam blog saya ini atau 	dalam blog lain, KALAUPUN SAYA BERKOMENTAR TIDAK PERNAH MELAKUKAN 	CACIAN – paling paling saya gunakan dengan model sindiran. Adapun 	saya menyebut komentar pengirim email seperti komentar anak SMP itu 	semata-mata saya melihatnya karena dia berkomentar tanpa membaca 	keseluruhannya, dan KALAU MEMANG DIA TERSINGGUNG SECARA TERBUKA :  S<strong>AYA MEMINTA MAAF KEPADA ANDA </strong></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Kita 	sering mengatakan bahwa kita melakukan dakwah tanpa kekerasan, 	tetapi <strong>KITA HANYA MEMBATASI KEKERASAN ITU HANYA PADA 	KEKERASAN FISIK SAJA, BUKAN PADA KEKERASAN KATA-KATA</strong> dan yang membuat saya heran adalah orang-orang yang melakukan 	kekerasan kata-kata ternyata BUKAN ORANG YANG SIAP UNTUK MENERIMA 	TANGGAPAN BALIK YANG JUGA KERAS DARI PIHAK LAIN. Hal ini menjadikan 	pembenar dari asumsi saya BAHWA TERNYATA MEREKA ADALAH ORANG-ORANG 	YANG RENTAN DI DALAM. Anda boleh tidak setuju dengan pendapat ini, 	tetapi penjelasan saya cukup sederhana, kalau kita bersikap keras 	terhadap orang lain, sementara ada orang lain melakukan hal yang 	sama kepada kita, dan kita marah. Maka sesungguhnya kita hanya 	menutupi jiwa kita yang lemah, dan menghiasinya dengan kata-kata 	yang keras agar kita terlihat tegar. Bagi saya KETEGARAN JIWA 	SESEORANG BUKAN dilihat dari KEKERASAN KATA_KATANYA, tetapi SEJAUH 	MANA DIA MENERIMA PERBEDAAN. Sekali lagi anda boleh tidak seju 	dengan saya.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Ternyata 	kita masih menjadikan ”SAYA TIDAK TERSINGGUNG JIKA ORANG LAIN 	MENCELA PRIBADI SAYA, TETAPI SAY TERSINGGUNG JIKA ADA ORANG LAIN 	MELECEHKAN ISLAM” hanya sebagai slogan semata belum benar-benar 	menjadikannya sebagai suatu sikap hidup dan karakter kita.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Ternyata 	kita masih perlu belajar untuk bersikap lebih baik dalam memilih 	kata-kata, sekali lagi ini berlaku bagi saya juga. Dan yang penting 	lagi mungkin kita perlu meningkatkan kecerdasan emosi kita. Untuk 	tidak dengan mudah membiarkan hormon andrenalin kita tercecer begitu 	saja begitu melihat orang yang mengkritik kita. Mari kita bercermin 	pada Ummar Ibn Khattab yang dengan lapang dada ketika ada orang yang 	hendak mengingatkannya dengan pedang. Padahal kita – saya juga – 	hanya diingatkan dengan kata-kata. </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Ternyata 	kita mudah sekali memberikan gelar yang buruk dan bersikap kasar 	dengan orang lain yang berseberangan dengan kita. Untuk itu saya 	cuplikkan sebuah kisah. Imam Al Ghazali dalam sebuah kitabnya 	menceritakan sebagai berikut: ”<em>Ada seorang laki-laki masuk ke 	rumah Al Makmun untuk memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari 	berbuat mungkar. <strong>Maka orang itu kemudian berkata 	kasar kepada beliau dan keras dalam mengungkapkan sesuatu</strong>, 	dan tidak memperhatikan bahwa setiap itu ada ungkapan tertentu yang 	sesuai dengan kondisi tersebut. Sedangkan Al Makmun adalah orang 	yang memahami fiqh dakwah, maka beliau berkata kepadanya, <strong>”Hai saudaraku, bersikaplah lemah lembut. 	SESUNGGUHNYA ALLAH MENGUTUS ORANG YANG LEBIH BAIK DARIPADA KAMU 	KEPADA ORANG YANG LEBIH BURUK DARIPADA AKU,</strong> namun Allah tetap 	memerintahkan utusan-Nya itu untuk bersikap lemah lembut. Allah 	telah mengutus Musa dan Harun – dimana keduanya lebih baik 	daripada kamu – kepada Fir’aun – yang dia lebih buruk daripada 	aku. Allah memberi wasiat kepada Musa dan Harun 	dengan Firmannya:</em></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, <strong>maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.</strong> <em>[Surat Thaha: 43-44]</em></p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="right"><em>(dikutip dari Fiqih Dakwah – Jum’ah Amin Abdul Aziz, Halaman: 235 - terbitan Intermedia, Solo, Cetakan Kedua, Tahun 1998M)</em></p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Itulah nukilan indah para pendahulu kita, jika kita tidak meniru yang baik maka yang manakah yang kita tiru?</p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Akhirnya bagi saya PERBEDAAN ADALAH SESUATU YANG MEMBUAT HIDUP INI INDAH,  karena adalah hal yang mustahil mengharapkan sesuatu yang sama di dunia ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Bukan begitu Mas Deni? [Lha kok tanya sampean, :) ? ]</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p><a href="http://hafez.wordpress.com/2007/12/08/giliran-pm-turki-di-fitnah-hti"></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Header Baru]]></title>
<link>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=546</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 02:43:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>heri mulyo cahyo</dc:creator>
<guid>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=546</guid>
<description><![CDATA[Sahabat saya tidakhenti-hentinya memberikan sesuatu yang terbaik bagi saya.. coba lihat header saya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cantigi.wordpress.com">Sahabat </a>saya tidakhenti-hentinya memberikan sesuatu yang terbaik bagi saya.. coba lihat header saya baru... ada 6 image untuk header blog saya... Thanx mas Deni.. I really appreciate it... :)</p>
<p>Mudah-mudahan ALlah Membalas yang lebih baik dan terbaik :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memecat sang Atasan ?]]></title>
<link>http://klinikservo.wordpress.com/?p=1112</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 02:33:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Klinik S.E.R.V.O</dc:creator>
<guid>http://klinikservo.wordpress.com/?p=1112</guid>
<description><![CDATA[Sebagai seorang yang suka berinisiatif dan mandiri, Hendra (bukan nama sebenarnya) sering merasa t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang yang suka berinisiatif dan mandiri, Hendra (bukan nama sebenarnya) sering merasa tidak nyaman bila pekerjaannya selalu di kontrol oleh atasannya.</p>
<p>Bukannya saran yang ia hindari, melainkan kebiasaan atasan mengeluarkan kata kata yang pedas membuat dirinya merasa jadi "bodoh", sementara saran yang ditunggu tunggu tidak pernah muncul dari sang atasan. Hal tersebut membuat motivasi kerjanya menurun drastis, menjadi sangat sensitif dan mudah kaget.</p>
<p>Klimaknya suatu hari saat ybs. dimarahin habis habisan karena melakukan kesalahan yang dirasakan cukup fatal oleh atasan tsb. Karena merasa sudah tidak tahan, akhirnya ybs. memutuskan untuk "keluar" sekalipun si atasan telah meminta maaf dan berusaha menahannya.</p>
<p>Karena cukup lama menganggur, muncul persoalan baru berupa "protes" dari orang tua karena ybs. dianggap telah menyia-nyiakan kemampuan di bidang IT yang telah diperolehnya dengan susah payah. Selanjutnya muncul rasa bersalah dan penyesalan mengapa dirinya tidak mampu mengatasi persoalan dengan baik.</p>
<p>Setelah mendengar talkshow Klinik SERVO di radio MSTri, ybs. memutuskan untuk mengikuti sesi terapi, sekalipun pada awalnya merasa tidak yakin apakah hal tersebut dapat membantu menyelesaikan masalahnya.</p>
<p>Alhamdulillah, tidak lama setelah mengikuti sesi terapi, ybs. memutuskan untuk berwiraswasta di bidang IT dan Percetakan.</p>
<p>Hanya dalam waktu yang singkat ybs. telah memperoleh order yang cukup menggiurkan dari sebuah perusahaan telekomunikasi ternama.</p>
<p><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:13pt;color:#ff0000;line-height:115%;">Ingin Cepat Berubah ?</span></strong><strong><span style="font-size:13pt;line-height:115%;"> <span style="color:#7030a0;">KLIK Disini &#62;&#62;<span> </span></span><a href="http://klinikservo.wordpress.com/alamat-praktek/"><span style="background:red;color:#ff0000;">s</span><span style="background:red;color:#ffff00;">Klinik SERVO</span><span style="background:red;color:#ff0000;">s</span></a> <span style="font-size:medium;color:#7030a0;">!</span></span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PKS dan Pembibitan Kelapa Sawit]]></title>
<link>http://mudabentara.wordpress.com/?p=200</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 11:13:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>mudabentara</dc:creator>
<guid>http://mudabentara.wordpress.com/?p=200</guid>
<description><![CDATA[Knapa ? 
Judul nya aneh ya ?
Mugkin ….
Tadi iseng-iseng saya membaca Koran Tempo , bukan edisi har]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Knapa ? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Judul nya aneh ya ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mugkin<span> </span>….</span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/fewtg.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-202" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/fewtg.jpg" alt="" width="135" height="76" /></a><span>Tadi iseng-iseng saya membaca Koran Tempo , bukan edisi hari ini, tapi keluaran beberapa hari yang lalu , dan ketika membaca Koran itu, ada salah satu kolom<span> </span>tulisan yang<span> </span>membuat saya tersenyum <em>aneh</em> , di koran itu ,di salah satu kolomnya tertulis kata PKS yang merupakan akronim dari Pembibitan Kelapa Sawit, setelah saya pikir - pikir kaitan antara kata akronim ini dengan PKS aslinya, saya berfikir bahwa kedua kata ini mempunyai kesamaan .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Setahu saya ( PKS ) itu suatu organisasi parpol ynag terstruktur dan teroganisir dengan baik , jaringan masanya tersebar luas , mulai dari level sekolahan , </span><span>mahasiswa, sampai ibu ibu pengajian . Karena kader mereka kebanyakan kaum terpelajar, maka kualitas kemampuan intelektual mereka pun lumayan tinggi .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> dan sebab itulah kata saya tadi kalau PKS mirip dengan Pembibitan Kelapa Sawit,</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>masih bingung ya</span></em><span> <span> </span>? <span> </span>sama .. hehehe</span></p>
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span>karena dalam proses pembibitan kelapa sawit proses <span> </span>dalam permulaannya adalah : pertama, penyemaian, lalu pemilihan benih, lalu <span> </span>seleksi benih, setelah itu benih nya ditanam dalam wadah yang agak besar , disiram , diberi pupuk , setelah agak besar , lalu ditanam secara permanent , setelah tumbuh , beberapa waktu kemudian ia bisa menghasilkan buah<span> </span>, yang tentu saja sangat menguntungkan si pemiliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><a href="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/pks.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-201" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/pks.jpg" alt="" width="135" height="173" /></a><span>Begitu juga dengan PKS , pada mulanya, mereka melakukan kaderisasi , lalu kader-kader itu dpilih , dilatih diberikan ilmu dan pemahaman , setelah<span> </span>mereka menjadi mahasiswa <span> </span>,mereka menjadi kader-kader setia partai, mereka menjadi “ pion – pion ” partai dalam dunia kampus masyatrakat , dan dalam dunia kampus </span><span>,mereka diusung untuk merebut struktur kepemimpinan dalam dunia kampus , setelah itu mereka menjadi pengambil kebijakan dalam dunia kampus ,sehingga mempermudah partai meraih suara di lingkup mahasiswa . <span> </span>setelah “benih-benih” itu lulus , benih itu di internalkan <span> </span>ke dalam struktur lalu menjadi bagian resmi dari partai, ada yang menjadi ketua cabang , dan mencalonkan diri menjadi anggota legislative , sehingga menjadi pejabat-pejabat kaya ,yang juga bisa menghasilkan “ buah” , seperti kelapa sawit , yang menghidupi tuannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Ilustrasi diatas merupakan fakta yang saya teliti secara personal dari kader-kader PKS, contohnya saja , beberapa mingu yang lalu , saya pernah melihat hasil dari <em>pembibitan</em> ini, saya melihat <span> </span>abang leting saya di kampus <span> </span>, yang tahun lalu mencalon kan diri menjadi Presiden Mahasiswa di kampus saya ,dan juga beberapa bulan lalu masih kuliah, sekarang ia telah resmi menjadi ketua cabang PKS di salah satu kecamatan di BNA.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Sama dengan metode pembibitan kelapa sawit<em> kan</em> ? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> dan kalau kita lihat para anggota dewan yang berasal dari PKS , hampir sebagian dari mereka merupakan hasil dari “ pembibitan “ ala kelapa sawit itu , baik dari DPRD maupun DPRA , kebanyakan dari mareka mantan aktifis hasil pembibitan PKS di mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Sebenarnya saya sangat salut dengan organissi ini , ukhuwah mereka terjalin kuat antara sesama anggota .<span> </span>dan niat mereka sangat baik memang ,tapi ada beberapa hal yang membuat saya menjadi kecewa kepada PKS.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Biasanya setiap mau pemilu , dalam kampanye nya , PKS selalu mengungkit - ngungkit setiap kebaikan yang pernah mereka lakukan , baik melalui spanduk, baliho jalanan , Orasi lapangan , maupun stiker di kendaraan , mereka selalu <span> </span>mempromosikan diri , bahwa mereka adalah orang-orang yang telah membantu orang Aceh waktu tsunami , mereka menyumbang dana untuk Palestina , dan berbagai orasi –orasi “ <span> </span>NARCISME ” lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>sangat aneh rasanya sewaktu saya melihat, membaca dan mendengar isi kampanye mereka ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Setahu saya yang awam ini , setiap perbuatan baik itu tak perlu diungkapkan atau diplubikasikan , karena iklas itu bukan untuk ditampakkan , bukan hanya karena ada maunya ( seperti udang dibalik peyek ,kata teman saya ). dan ikhlas itu tak mengharap imbalan, apalagi imbalan<strong><span style="color:#ff0000;"> DICOBLOS</span></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> Salah satu dosen saya pernah megatakan , katanya begini :</span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span> kalau ikhlas itu seperti orang yang mau be’ol, setelah ia melepaskan hajatnya itu ,ia tak  akan pernah lagi mngingatnya .</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span> <span> </span>begitu pesan dosen ku itu </span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span> Tampaknya orang - orang PKS <span> </span>harus mengambil 3 SKS untuk belajar matakuliah IKHLAS pada dosen saya itu.</span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span> Belajar tentang filosofi be’ol, memberikan keiklasan tanpa mengharapkan imbalan.</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span>Maaf jika ada yang tersinggung,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>jika ada , saya sangat bahagia,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>karena menandakan anda seorang manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span style="color:#ff0000;"><strong>Ini pendapat saya</strong></span> .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ini tulisan saya , dan,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ini pengalaman saya .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[i like ML ]]></title>
<link>http://mudabentara.wordpress.com/?p=195</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 10:07:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>mudabentara</dc:creator>
<guid>http://mudabentara.wordpress.com/?p=195</guid>
<description><![CDATA[hooooHo….. i like ML ..hehe
tapi tunggu dulu , ML ini gak malu maluin , gak making love , bukan in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-197" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/images1.jpg" alt="" width="121" height="110" /></a>hooooHo….. i like ML ..hehe<br />
tapi tunggu dulu , ML ini gak malu maluin , gak making love , bukan inisial nama teman saya ” MaLis “, bukan juga singkatan Mak Lampir, bukan juga akronim Mati Lampu .</p>
<p>tapi ML disini adalah : MAILING LIST …. <span style="color:#993300;">i addicted to ths ML</span>.</p>
<p style="text-align:center;">dan ini baru ML yang bener..  ahhh <em>asem </em>lo da</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Budaya Baca Tulis]]></title>
<link>http://cintapena.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 09:39:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>cintapena</dc:creator>
<guid>http://cintapena.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[BUDAYA BACA TULIS
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan (QS Al ‘Alaq : 1 ). Bacala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><strong>BUDAYA BACA TULIS</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><em>Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan</em> (QS Al ‘Alaq : 1 ). <em>Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran Qalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya</em> ( QS Al ‘Alaq : 3-5).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">Allah telah mengajarkan kita melalui QS Al ’Alaq akan pentingnya baca tulis. Dengan membaca akan bertambah ilmu dan wawasan kita. Dan dengan menulis maka kita menjadi salah satu perantara akan penyebaran ilmu pengetahuan dan perkembangan peradaban manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">Membangun motivasi baca tulis memang tida<span lang="SV">klah mudah. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah, pengajar, penulis buku, penerbit, dan pihak-pihak lain yang bergelut dengan dunia buku, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya membaca dan menulis dalam rangka mencerdaskan bangsa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Untuk para guru, dosen, dan pengajar lainnya, jangan pernah menyerah untuk mengajar dan memotivasi anak didik untuk bisa menikmati nikmat dan indahnya membaca dan menulis agar kelak lahir generasi baru yang cerdas dan berakhlakul karimah sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Rasulullah SAW bersabda : ”<em>Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu raka'at.” </em>(HR. Ibnu Majah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Para penulis dan penerbit <span> </span>pun harus mulai termotivasi untuk bisa memberikan kontribusi positif dengan menulis dan menerbitkan buku-buku yang berkualitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Banyak negara yang maju ilmu pengetahuan dan peradabannya karena budaya baca tulis sudah menjadi suatu hal yang wajib bagi mereka. Padahal, mohon maaf, sebagian besar dari mereka tidak mengenal Al Quran, mereka tidak mengenal apa yang telah Allah ajarkan melalui QS Al ‘Alaq di atas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Bangsa ini adalah bangsa yang mayoritas penduduknya muslim. Sudah menjadi hal yang sepatutnya bagi kita untuk menelaah kembali apa yang telah Allah ajarkan kepada kita melalui QS Al ‘Alaq, surah pertama yang Allah turunkan untuk kita semua. Mencoba memahami bahwa apa yang terkandung di dalamnya menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pribadi maupun sebagai seseorang yang mempunyai posisi atau kekuasaan untuk merubah bangsa ini menjadi bangsa yang maju ilmu pengetahuan dan peradabannya dengan budaya baca tulis.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blogging dengan Emacs]]></title>
<link>http://dajak.wordpress.com/?p=18</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 07:29:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>dajak</dc:creator>
<guid>http://dajak.wordpress.com/?p=18</guid>
<description><![CDATA[Saya kecanduan Emacs.
Beberapa hari yang lalu saat menyiapkan blog ini, baru saya ingat bahwa bloggi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kecanduan Emacs.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu saat menyiapkan blog ini, baru saya ingat bahwa blogging lewat browser bisa sangat tidak nyaman (Blogger). Mungkin karena sudah terbiasa dengan Emacs+<a href="http://www.thaiopensource.com/nxml-mode/">nXML</a>. Tapi di sisi lain saya ingin kapan-kapan menyertakan snippet kode di blog ini, dan bagi saya tidak ada yang menandingi kombinasi Emacs+<a href="http://fly.srk.fer.hr/~hniksic/emacs/htmlize.el">htmlize.el</a> yang mengubah buffer Emacs menjadi dokumen HTML sembari mempertahankan pewarnaan sintaks-nya, tidak juga <a href="http://www.contexteditor.org/">ConTEXT</a>, editor favorit saya sebelumnya dengan fasilitas serupa, atau program-program standalone seperti <a href="http://www.andre-simon.de/">Highlight</a>.</p>
<p>Kenapa? Bagi yang sudah cukup mengenalnya pasti mengetahui bahwa Emacs memiliki koleksi "syntax-highlighter" :P yang jauh lebih lengkap dibanding editor-editor lain. Sepanjang ingatan saya, setiap kali saya mencoba bahasa pemrograman dari yang populer seperti C/C++/Java, sampai yang niche penggunanya kecil seperti Scheme, OCaml, Eiffel, atau assembler dengan sintaks AT&#38;T, selalu ada major mode untuk bahasa tersebut yang membuat aktivitas menulis program menjadi menyenangkan. Sebagai bonus, fasilitas syntax-highlighting ("font-locking" dalam istilah Emacs) sepertinya tidak pernah terabaikan. Dengan htmlize.el, saya dapat meminjam kelebihan Emacs tersebut dengan usaha minimal.</p>
<p>Kembali ke urusan blogging, masalah lain yang saya temui adalah seringnya saya berpindah-pindah terminal komputer. Di ThinkPad pribadi sudah terinstalasi Mandrake Linux, namun waktu saya sebagian besar dihabiskan di terminal Windows (keterbatasan platform yang dipakai bekerja), itupun terproteksi dari perubahan permanen pada sistem. Lingkungan Emacs yang saya gunakan, mau tidak mau, harus portabel. Pilihan saya akhirnya jatuh pada distribusi <a href="http://ourcomments.org/Emacs/EmacsW32.html">EmacsW32</a>, karena ia satu-satunya paket Emacs yang nyaman digunakan dalam modus GUI (paket Emacs standar selalu saya pakai dalam modus konsol).</p>
<p>Ini adalah blog-entry pertama yang saya buat dalam Emacs, dan rasanya menyenangkan. Tapi yang lebih penting, mungkin, adalah bahwa ide ini berbuah ide baru (mungkin berita basi bagi Anda): mengubah flashdisk menjadi lingkungan pemrograman dan pengolahan dokumen portabel. Saat konfigurasi lingkungan tersebut sudah selesai, akan saya ceritakan di sini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Life is Beautiful : Indahnya Berbagi :)]]></title>
<link>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=540</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 06:06:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>heri mulyo cahyo</dc:creator>
<guid>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=540</guid>
<description><![CDATA[Saya ingin menceritakan betapa indahnya hidup ini dengan berbagi.
Aktivitas nge-blog yang saya lakuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Saya ingin menceritakan betapa indahnya hidup ini dengan berbagi.</p>
<p class="MsoNormal">Aktivitas nge-blog yang saya lakukan selama setahun ini telah banyak memberikan kepada saya sebuah anugrah. Yang paling indah tentunya adalah saya mendapatkan sahabat-sahabat baru yang meski sampai tulisan ini saya posting – saya belum pernah bertatap muka secara langsung dengan mereka. Tetapi persahabatan kami begitu akrab sehingga kami sering online memakai YM, dan bahkan saling ber-SMS ria.<!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Tahukah anda bagaimana saya bisa bersahabat dengan mereka tidak lain adalah karena mereka telah memberikan sedikit saja dari apa yang mereka punya kepada saya. Anda ingin tahu mereka, ini dia mereka:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mas Rozy, pemilik blog Perenungan: <a href="http://zidaburika.wordpress.com/"><span class="Internetlink"><span style="font-family:&#34;">http://zidaburika.wordpress.com</span></span></a> menurut pengakuannya dia saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan asing di Batam. Tahukah anda bagaimana saya mengenalnya? Beliaulah yang mengajari saya membuat halaman kontak di blog saya. Kami sering chat di YM dan diakhir pekan terkadang saling SMS just say hello. Dari tulisan-tulisan beliau di blog dan dari interaksi dengannya anda pasti yakin bahwa beliau berhati lembut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mas Julfan Lang → kalau dilihat namanya anda pasti teringat dengan buku Dan Malaikatpun Bertanya – karangan seorang muallaf profesor matematika di amerika sana. Tetapi ketika saya konfirmasi ternyata nggak ada hubungannya dengan sang professor. Nama Lang di belakangnya singkatan dari marga di sumatera utara sana.. meski beliau tidak pernah mengatakan secara terus terang kepada saya, saya tahu kalau beliau adalah dosen di sebuah sekolah kedinasan. Kalo nggak salah Akemi Penerbangan (koreksi saya kalo salah mas!). Awal mula saya kenal beliau karena beliaulah yang mengajari saya untuk memasang status YM di blog saya. Semenjak saat itu kami sesekali saling ber-YM, beliau sibuk sekali sampai-sampai blognya akhir-akhir ini jarang di-update. he..he.. kalau anda ingin melihat tulisannya silahkan meluncur ke: <a href="http://julfan.wordpress.com/"><span class="Internetlink"><span style="font-family:&#34;">Http://julfan.wordpress.com</span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Yang paling bontot yang masih single sehingga saya diminta jadi mak comblangnya (ha..ha.. jangan marah..) adalah Mas Deni. Beliau ini adalah seorang web designer yang oke punya. Perkenalan saya dengannya diawali dengan promosi beliau yang memberikan desain header yang free buat kita yang pengin pesan ke beliau. Meski saya hanya iseng-iseng dengan segenap hati beliau membuatkan header yang cantik buat blog saya yang berisi pembelajaran bahasa inggris, anda bisa melihat karyanya di , <a href="http://hmc.web.id/"><span class="Internetlink"><span style="font-family:&#34;">http://hmc.web.id</span></span></a> (eh kemaren saya dapet SMS mau dibuatkan header untuk blog ini – tunggu aja tanggal mainnya) Meski paling akhir kenal dengannya – tapi hubungan kami sangat akrab, tak jarang saling SMS-an meskipun cuma saling meledek :) yang jelas dia ini punya kegemaran yang hampir-hampir sama dengan saya, avonturir menjelajah alam. Pengin tahu tulisannya? Kunjungi <a href="http://cantigi.wordpress.com/"><span class="Internetlink"><span style="font-family:&#34;">http://cantigi.wordpress.com</span></span></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Adakah yang menyusul, kita tunggu aja :)</p>
<p class="MsoNormal">Happy Blogging dan Selamat Berbagi :)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menulis Proposal]]></title>
<link>http://bahasakubahasamu.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 15:28:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>bahasakubahasamu</dc:creator>
<guid>http://bahasakubahasamu.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[APAKAH PROPOSAL ITU ?
	MENULIS SUATU USULAN KEGIATAN DALAM SUATU 	DOKUMEN YANG MENGURAIKAN :
	A. ALA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>APAKAH PROPOSAL ITU ?</strong></p>
<p>	MENULIS SUATU USULAN KEGIATAN DALAM SUATU 	DOKUMEN YANG MENGURAIKAN :</p>
<p>	A. ALASAN KEGIATAN TERSEBUT INGIN DILAKUKAN.<br />
	B. MAKSUD DAN TUJUAN YANG HENDAK DICAPAI.<br />
	C. URAIAN SINGKAT PELAKSANAAN KEGIATAN :</p>
<p>		- LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN<br />
		- PERSONALIA ATAU KEPANITIAAN YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN.<br />
		- TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN.<br />
		- BIAYA YANG DIBUTUHKAN.<br />
		- SUMBER PEMBIAYAAN</p>
<p><strong>APAKAH PRINSIP PENULISAN PROPOSAL ?</strong></p>
<p>	PENULISAN PROPOSAL UMUMNYA DITUJUKAN UNTUK:</p>
<p>MENJELASKAN<br />
	MENGURAIKAN APA, SIAPA, KAPAN, DIMANA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA TENTANG USULAN YANG<br />
        DIAJUKAN.<br />
B. MEMBUJUK<br />
	DENGAN DATA DAN GAYA BAHASA MAMPU MENARIK PERHATIAN, KEMUDIAN MENYETUJUI DAN<br />
        MENGABULKAN USULAN YANG DIAJUKAN.<br />
C. BERSAING<br />
	PENAMPILAN FISIK YANG MENAWAN, ISI YANG LOGIS DAN SISTEMATIK, MAMPU BERSAING<br />
        DENGAN PROPOSAL LAIN UNTUK MENARIK PERHATIAN INSTANSI/PRIBADI YANG DITUJU.</p>
<p><strong>APA SAJAKAH YANG DITULIS DALAM PROPOSAL ?</strong></p>
<p>	1. URAIAN TENTANG MASALAH YANG DIHADAPI.</p>
<p>	PRINSIP:</p>
<p>	@ LANGSUNG, TIDAK BERTELE-TELE.<br />
	@ MULAI DARI KONDISI SAAT INI DAN BAGAIMANA BISA SAMPAI PADA KONDISI SEKARANG.<br />
	@ LANJUTKAN DENGAN URAIAN TENTANG MASALAH YANG DIHADAPI DAN PELUANG<br />
            MENGHADAPINYA.<br />
	@ JANGAN LEBIH DARI TIGA ALINEA.<br />
	@ BISA DIBUAT DALAM BENTUK POINTERS (KALIMAT UTAMA SAJA)</p>
<p>2. URAIAN TENTANG MAKSUD DAN TUJUAN<br />
 A.    MAKSUD<br />
	PRINSIP:<br />
*   URAIKAN DALAM SATU KALIMAT MANFAAT UMUM YANG BISA DICAPAI DENGAN USULAN TERSEBUT.<br />
     GUNAKAN KALIMAT AKTIF.<br />
     SIFATNYA LEBIH LUAS DAN ABSTRAK.</p>
<p>B. TUJUAN<br />
	PRINSIP:<br />
TUJUAN TERUKUR YANG MERUPAKAN PENURUNAN DARI MAKSUD.<br />
URAIKAN DALAM BENTUK POINTER<br />
SIFATNYA SANGAT KONKRET DAN TERUKUR</p>
<p>3. URAIAN TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN</p>
<p>TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN.</p>
<p>	PRINSIP:<br />
URAIAN RINGKAS APA SAJA YANG DILAKUKAN PADA TAHAP PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN PASCA PELAKSANAAN.<br />
JANGKA WAKTU UNTUK SETIAP TAHAPAN KEGIATAN.<br />
LOKASI DAN JADWAL, BILA ADA ALTERNATIF LOKASI DAN JADWAL.<br />
SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK SETIAP TAHAPAN TERSEBUT.</p>
<p>B.	 SUSUNAN KEPANITIAAN / 	ORGANISASI 	PELAKSANA</p>
<p>	PRINSIP:</p>
<p> 	SUSUNAN INTI DALAM NASKAH PROPOSAL SEDANGKAN  SUSUNAN LENGKAP BISA DALAM<br />
        LAMPIRAN.<br />
 	JIKA ADA, LAMPIRKAN SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEPANITIAAN DARI ORGANISASI YANG<br />
        BERTANGGUNG JAWAB.</p>
<p>C. LOKASI DAN WAKTU</p>
<p>	PRINSIP :<br />
	* MENJELASKAN TEMPAT DAN WAKTU 	KEGIATAN.<br />
	* JIKA KEGIATAN BERSIFAT SERIAL, JADWAL,  ACARA, DAN LOKASI SEBAIKNYA DIBUAT  KHUSUS 		   (BERBENTUK MATRIKS) DAN DILAMPIRKAN.</p>
<p>D. ANGGARAN<br />
	PRINSIP :</p>
<p> HARUS BISA MENGHITUNG ANGGARAN SAMPAI SEDETILNYA.<br />
 BUAT YANG WAJAR DAN TIDAK MENGADA-ADA.<br />
 DIBUAT BERDASARKAN URAIAN KEGIATAN.<br />
 KEMUKAKAN DENGAN JELAS DARIMANA SUMBER DANA DIDAPAT.<br />
 BERAPA % DARI TOTAL ANGGARAN YANG:<br />
	- SUDAH TERSEDIA<br />
	- DIDAPAT DARI LEMBAGA/INDIVIDU YANG KITA MINTA PARTISIPASINYA LEWAT PROPOSAL.<br />
	- UPAYA-UPAYA LAIN YANG DILAKUKAN.</p>
<p><strong>KEGIATAN APA SAJA YANG BISA KITA USULKAN DALAM PROPOSAL</strong></p>
<p>	A. PERMOHONAN PEMBERIAN ANGGARAN.<br />
	B. PEMBANGUNAN FASILITAS/SARANA FISIK.<br />
	C. PERMOHONAN PENAMBAHAN/PENGURANGAN ANGGOTA.<br />
	D. PERUBAHAN KEBIJAKAN.<br />
	E. PENYELENGGARAAN KEGIATAN:<br />
		- KEGIATAN SEREMONI/UPACARA.<br />
		- KEGIATAN SOSIAL BUDAYA.<br />
		- KEGIATAN KEAGAMAAN.<br />
		- KEGIATAN PENGUMPULAN DANA, DLL.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang penting Kuliah ??]]></title>
<link>http://mudabentara.wordpress.com/?p=191</link>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 10:39:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>mudabentara</dc:creator>
<guid>http://mudabentara.wordpress.com/?p=191</guid>
<description><![CDATA[Muda  : Fer , nama Ketua BEM Teknik siapa Fer  ?
Fernanda  : gak tahu aku da &#8230;
aku gak peduli ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#993300;">Muda </span> : Fer , nama Ketua BEM Teknik siapa Fer  ?</p>
<p><span style="color:#333399;">Fernanda </span> : gak tahu aku da ...</p>
<p>aku gak peduli dengan hal-hal kayak gitu</p>
<p>yang pentig aku kuliah.</p></blockquote>
<p>tu tadi, jawaban temanku sewaktu aku bertanya kepadanya ,  siapa nama ketua bem fakultas nya .</p>
<blockquote><p>jawaban yang sederhana, tapi penuh makna.</p></blockquote>
<p>Klo Soekarno ma Einstein sewaktu kuliah dulu , tau gak ya nama ketua Senat mereka  ???</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari anak II]]></title>
<link>http://boediarto.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:33:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://boediarto.wordpress.com/?p=111</guid>
<description><![CDATA[Ini kisah antara istriku. di kampung ternyata budaya pada bulan tertentu sja yang banyak melakukan r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kisah antara istriku. di kampung ternyata budaya pada bulan tertentu sja yang banyak melakukan ritual pernikahan atau duwe gawe yang lain belum juga hilang. Menurut ibuku bulan ini saja sudah habis setengah juta untuk nyumbang sing duwe gawe.<br />
Salah satu kondangan yang menjadi pelajaran dari anak yaitu acara pernikahan kontroversial kedua dalam dekade ini di lingkungan rumah.<br />
Karena keinginan mengikuti gaya wong kutho, maka acara resepsi pernikahanpun nyaris ga ada kursi yang disandingkan bersama makanan yang ada alias standing party. Saat keluar dari barisan mengambil makanan untuk kemudian disantap, terjadi kebingungan. Anakku ga mau makan dengan berdiri<br />
"Mi, makan koq berdiri, duduk dong...."<br />
terpaksa celingukan mencari tempat yang bisa dijadikan sebagai landasan duduk sementara menikmati makanan yang ada..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari anak]]></title>
<link>http://boediarto.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://boediarto.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[Pulang kampung naik kereta Taksaka merupakan hal baru bagi anakku. Biasanya kalau ke rumah eyang kam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pulang kampung naik kereta Taksaka merupakan hal baru bagi anakku. Biasanya kalau ke rumah eyang kami naik bis malam, kalau tidak Sumber Alam ya Mulyo Indah. Karena satu dan lain hal dan memenuhi janjiku pada anak maka pulang kali ini kami naik kereta. Berangkat jam 20.45 bukan halangan, walau tadinya aku khawatir kalau-kalau dia sudah ngantuk duluan. Rupanya 'kegilaan' pada kereta mengalahkan rasa kantuk itu. Pertama kali masuk gerbong langsung komentar "wau, bi, koq dingin ya..." padahal hembusan AC sebenarnya bukan hal baru. Mungkin karena hawa di luar begitu panas (maklum Jakarta) kemudian masuk ke gerbong eksekutif yang adem.<br />
Perjalanan ga begitu dinikmati karena malam hari, belum satu jam sudah tidur juga aku sendiri. Ketika pramugari memberikan teh hangat pertanda hampir sampai tujuan. Anak aku bangunkan agar ikut juga merasakan manis dan hangatnya teh sekalian agar tidak terlalu terkejut harus turun agak terburu-buru (maklum saja Taksaka hanya berhenti 4 menit di stasiun Kutoarjo). Begitu siap-siap untuk turun, kotak snack yang sudah habis isinya diletakkan uminya di kursi duduk. Oleh anakku dibilang "Mi, jangan ditaruh disitu dong. bawa pulang". Aku dan uminya agak bingung, untuk apa sich kotak begituan mau dibawa, toch mainan dia sudah seabreg-abreg. Sesampainya di rumah anak nanyain kembali kotak tadi yang diminta dibawa pulang. "Mi, buang sini ya kotaknya"<br />
Gubrak, aku dan uminya sepagi subuh sudah diajari anak untuk tidak buang sampah sembarangan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Republicans After-dinner speech the Paramountcy upon YouTube Debates]]></title>
<link>http://gardnerclara.wordpress.com/2008/07/20/republicans-after-dinner-speech-the-paramountcy-upon-youtube-debates/</link>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 01:38:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>gardnerclara</dc:creator>
<guid>http://gardnerclara.wordpress.com/2008/07/20/republicans-after-dinner-speech-the-paramountcy-upon-youtube-debates/</guid>
<description><![CDATA[Round furthest accounts, the primal-by any chance YouTube philippic was a opera&#8211;there was a be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Round furthest accounts, the primal-by any chance YouTube philippic was a opera--there was a benevolent compass apropos of confounding questions, potshots, and imperturbable a picayunish numeric data as for gong-ultra-ultra-temerity neutrophil tossed regard, ever and anon chorus.</br></br>Congruent with NewTeeVee, howbeit, the party faithful candidates aren't accordingly loiteringly amused. Guliani, in furtherance of joker, has announced the admissibility as to dropping scant of the set Anti-Monopoly Party clarification, by virtue of, "shadowy scheduling conflicts." Jungle bunny, if Subconscious self had a five-spot seeing that every triplet Herself had indistinguishable as respects those. Eldorado as a rule highlight backward in passage to the comics close the books concession yesterday other self closes, cockatrice drinking by itself therein my discontinuity, eavesdropping into cosmopolitan Townes Battle line Zandt records. That's later becoming inner man, still.</br></br>On behalf of his tablature, Mitt Romney had this on suspect: "Himself prefigure the power ought so that stand possessed at a eclipsing alike in other respects having for espouse questions exclusive of a dummy." Doctrinaire words as things go a crutch adopted retral a meat as regards sports natural endowment. Clearly Ron Basil would by no means give way ex a colloquium in a broken speech-vocalized girdle effectuated upon two-time. </br></br>Labourite promoter, Tertullian Ruffini adds, "Count me out minor detail the flashing Wickerwork mug and YouTube videos ruling class may accumulate, if ruling classes'about indefinitely rueful in company with the bare suggestion as respects in gear per decimal live at online, what's the striving?"</br></br>Finespun guys, risk getting into my overarch squad.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Silabus Basa Sunda Kelas 12 (Nulis)]]></title>
<link>http://tetekon.wordpress.com/?p=57</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 14:08:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>tatapakan</dc:creator>
<guid>http://tetekon.wordpress.com/?p=57</guid>
<description><![CDATA[4. Menulis (nulis) 
12.4 Standar Kompetensi: Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>4. Menulis (<em>nulis</em>)</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>12.4 Standar Kompetensi:</strong> Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan dalam berbagai ragam tulisan yang berbentuk puisi, esai, dan naskah drama.<!--more--></p>
<table style="height:569px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="669">
<tbody>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>KOMPETENSI DASAR</strong></p>
</td>
<td width="264">
<p align="center"><strong>INDIKATOR</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>LINGKUP   MATERI </strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>PENGALAMAN</strong></p>
<p align="center"><strong>BELAJAR</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>JENIS   PENILAIAN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td width="264" valign="top">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>5</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">12.4.1 Menulis  puisi  (<em>wangun </em> <em> ugeran</em>).</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis sajak sederhana.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis larik-larik (<em>padalisan</em>) bermakna.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis sajak yang   mengandung gaya   bahasa, irama (<em>wirahma</em>), dan <em>purwakanti.</em></li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memperbaiki sajak.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Puisi</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Pilihan kata dan majas</li>
</ul>
</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis sajak sederhana.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis larik-larik (<em>padalisan</em>) bermakna.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis sajak yang   mengandung gaya   bahasa, irama (<em>wirahma</em>), dan <em>purwakanti.</em></li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memperbaiki sajak.</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas  individu  - Responsi  (praktik)</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">12.4.2 Menulis  Sisindiran</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis berbagai   ragam sisindiran.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis dengan memperhatikan bentuk, sifat, dan kaidah   sisindiran dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memperbaiki sisindiran.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Sisindiran</li>
</ul>
<p>(rarakitan,  paparikan,  wawang-salan)</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis   berbagai ragam sisindiran.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis dengan   memperhatikan bentuk, sifat, dan kaidah sisindiran dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memperbaiki sisindiran.</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas  individu  - Responsi  (praktik)</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">12.4.3 Menulis  naskah  drama</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat mengubah prosa   fiksi menjadi teks drama.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis teks drama   dengan menggunakan bahasa yang sesuai.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat mengembangkan penokohan</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menghidupkan konflik</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menghadirkan latar   yang mendukung.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memunculkan penampilan (<em>performance</em>).</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menyunting teks   drama yang ditulis teman.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">- Teks drama  - Kalimah  langsung dan  tak   langsung</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid mengubah prosa   fiksi menjadi teks drama.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis teks drama   dengan menggunakan bahasa yang sesuai.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid mengembangkan penokohan</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menghidupkan konflik</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menghadirkan   latar yang mendukung.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memunculkan penampilan (<em>performance</em>).</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menyunting   teks drama yang ditulis teman.</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas  individu  - Responsi  (praktik)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Silabus Basa Sunda Kelas 11 (Nulis)]]></title>
<link>http://tetekon.wordpress.com/?p=47</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:44:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>tatapakan</dc:creator>
<guid>http://tetekon.wordpress.com/?p=47</guid>
<description><![CDATA[4. Menulis (nulis)
11.4 Standar Kompetensi:
Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan dal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>4. Menulis (<em>nulis</em>)</strong></p>
<p><strong>11.4 Standar Kompetensi:</strong></p>
<p>Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan dalam berbagai ragam tulisan yang berbentuk teks pidato, cerita pendek, resensi buku, laporan kegiatan, dan teks drama.<!--more--></p>
<table style="height:570px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="687">
<tbody>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>KOMPETENSI DASAR</strong></p>
</td>
<td width="264">
<p align="center"><strong>INDIKATOR</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>LINGKUP   MATERI </strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>PENGALAMAN</strong></p>
<p align="center"><strong>BELAJAR</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>JENIS   PENILAIAN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td width="264" valign="top">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>5</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">12.4.1 Menulis</p>
<p>puisi</p>
<p>(<em>wangun </em></p>
<p><em> ugeran</em>).</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis sajak sederhana.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis larik-larik (<em>padalisan</em>) bermakna.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis sajak yang   mengandung gaya   bahasa, irama (<em>wirahma</em>), dan <em>purwakanti.</em></li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memperbaiki sajak.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Puisi</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Pilihan kata dan majas</li>
</ul>
</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis sajak sederhana.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis larik-larik (<em>padalisan</em>) bermakna.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis sajak yang   mengandung gaya   bahasa, irama (<em>wirahma</em>), dan <em>purwakanti.</em></li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memperbaiki sajak.</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas</p>
<p>individu</p>
<p>- Responsi</p>
<p>(praktik)</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">12.4.2 Menulis</p>
<p>Sisindiran</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis berbagai   ragam sisindiran.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis dengan memperhatikan bentuk, sifat, dan kaidah   sisindiran dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memperbaiki sisindiran.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Sisindiran</li>
</ul>
<p>(rarakitan,</p>
<p>paparikan,</p>
<p>wawang-salan)</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis   berbagai ragam sisindiran.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih kata-kata   (diksi) dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis dengan   memperhatikan bentuk, sifat, dan kaidah sisindiran dengan tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memperbaiki sisindiran.</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas</p>
<p>individu</p>
<p>- Responsi</p>
<p>(praktik)</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">12.4.3 Menulis</p>
<p>naskah</p>
<p>drama</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat mengubah prosa   fiksi menjadi teks drama.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis teks drama   dengan menggunakan bahasa yang sesuai.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat mengembangkan penokohan</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menghidupkan konflik</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menghadirkan latar   yang mendukung.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memunculkan penampilan (<em>performance</em>).</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menyunting teks   drama yang ditulis teman.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">- Teks drama</p>
<p>- Kalimah</p>
<p>langsung dan</p>
<p>tak   langsung</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid mengubah prosa   fiksi menjadi teks drama.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis teks drama   dengan menggunakan bahasa yang sesuai.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid mengembangkan penokohan</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menghidupkan konflik</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menghadirkan   latar yang mendukung.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memunculkan penampilan (<em>performance</em>).</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menyunting   teks drama yang ditulis teman.</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas</p>
<p>individu</p>
<p>- Responsi</p>
<p>(praktik)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Silabus Basa Sunda Kelas 10 (Nulis)]]></title>
<link>http://tetekon.wordpress.com/?p=28</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 12:24:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>tatapakan</dc:creator>
<guid>http://tetekon.wordpress.com/?p=28</guid>
<description><![CDATA[4. Menulis       (nulis)
4.1 Standar Kompetensi
Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:11.5pt;">4. Menulis       (<em>nulis</em>)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11.5pt;"><span>4.1<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&#34;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:10.5pt;" lang="IN">Standar Kompetensi</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;"><span style="font-size:10.5pt;" lang="IN">Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan<span> </span>dalam berbagai ragam tulisan yang berbentuk terjemahan, surat, dan </span><span style="font-size:10.5pt;">biografi.</span><!--more--></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>KOMPETENSI DASAR</strong></p>
</td>
<td width="264">
<p align="center"><strong>INDIKATOR</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>LINGKUP   MATERI </strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>PENGALAMAN</strong></p>
<p align="center"><strong>BELAJAR</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>JENIS   PENILAIAN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td width="264" valign="top">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>5</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">10.4.1 Menerje-</p>
<p>mahkan</p>
<p>dan atau</p>
<p>menulis</p>
<p>aksara</p>
<p>Sunda</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih teks berbahasa Indonesia untuk diterjemahkan</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menerjemahkan teks   berbahasa Indonesia   dengan memperhatikan pesan dan bahasa</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menyunting teks terjemahan yang ditulis teman</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat   memilih/menggunakan padanan kata dengan tepat.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">Terjemahan</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih teks berbahasa Indonesia untuk diterjemahkan</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menerjemahkan teks   berbahasa Indonesia   dengan memperhatikan pesan dan bahasa</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menyunting teks terjemahan yang ditulis teman</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid   memilih/menggunakan padanan kata dengan tepat</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas   individu</p>
<p>- Responsi (praktik)</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">10.4.2 Menulis</p>
<p>ragam</p>
<p>surat.</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat mengidentifikasi struktur surat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis pembukaan   surat dengan baik dalam bahasa yang santun.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menyatakan sesuatu   dengan jelas dan singkat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis surat   dengan kesatuan maksud yang tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis surat   pribadi dengan struktur yang baik dan lazim.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menulis bagian penutup surat   dengan baik dan santun.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menggunakan bahasa   yang baik dan santun.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat membaca teks surat   dengan intonasi yang baik.</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">Ragam Surat</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid mengidentifikasi struktur surat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis pembukaan   surat dengan baik dalam bahasa yang santun.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menyatakan sesuatu   dengan jelas dan singkat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis surat   dengan kesatuan maksud yang tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis surat   pribadi dengan struktur yang baik dan lazim.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menulis bagian penutup surat   dengan baik dan santun.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menggunakan bahasa   yang baik dan santun.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid membaca teks surat   dengan intonasi yang baik</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas   individu</p>
<p>- Responsi (praktik)</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>KOMPETENSI DASAR</strong></p>
</td>
<td width="264">
<p align="center"><strong>INDIKATOR</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>LINGKUP   MATERI </strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>PENGALAMAN</strong></p>
<p align="center"><strong>BELAJAR</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>JENIS   PENILAIAN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td width="264" valign="top">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td width="112" valign="top">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td width="272" valign="top">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td width="124" valign="top">
<p align="center"><strong>5</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127" valign="top">10.4.3 Menulis</p>
<p>biografi</p>
<p>singkat.</td>
<td width="264" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih tokoh dengan kriteria yang tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat merencanakan   tulisan dalam kerangka karangan.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menunjukkan pentingnya tokoh yang ditulis.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat memilih peristiwa-peristiwa penting dari kehidupan tokoh.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menceritakan riwayat hidup tokoh secara kronologis.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menyunting naskah biografi yang ditulis teman.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dapat menceritakan   keunggulan jasa/karya tokoh</li>
</ul>
</td>
<td width="112" valign="top">Biografi</td>
<td width="272" valign="top">
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih tokoh   dengan kriteria yang tepat.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid merencanakan   tulisan dalam kerangka karangan.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menunjukkan pentingnya tokoh yang ditulis.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid memilih peristiwa-peristiwa penting dari kehidupan tokoh.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menceritakan riwayat   hidup tokoh secara kronologis.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menyunting naskah   biografi yang ditulis teman.</li>
</ul>
<ul class="unIndentedList">
<li> Murid menceritakan   keunggulan jasa/karya tokoh</li>
</ul>
</td>
<td width="124" valign="top">- Tugas    individu</p>
<p>- Responsi  (praktik)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peran Tsunami Aceh tahun 2004 dalam mempopulerkan Asia , ASEAN , Indonesia , dalam dunia Cyber .]]></title>
<link>http://mudabentara.wordpress.com/?p=184</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 09:10:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>mudabentara</dc:creator>
<guid>http://mudabentara.wordpress.com/?p=184</guid>
<description><![CDATA[Grafik di bawah adalah tampilan peran Tsunami Aceh tahun 2004 dalam mempopulerkan Asia , Asean , Ind]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3>Grafik di bawah adalah tampilan <em>peran</em> Tsunami Aceh tahun 2004 dalam mempopulerkan Asia , Asean , Indonesia dalam dunia Cyber.</h3>
<p>grafik ini saya peroleh dari rangking pencarian global google trend selama tahun 2004 sampai 2008.</p>
<p>pemetaan rangking ini berdasarkan pencarian yang dilakukan user melalui search engine google dalam mencari keyword - keyword yang berhubungan dengan Asia , South East Asia ( ASEAN )  , Negara-negara ASEAN , dan Indonesia</p>
<ul>
<li>
<h4>Trafik  Perbandingan kepopuleran , Asia , America , Europe, Afrika dan Australia di dunia internet, serta Grafik tertinggi pencarian keyword Asia di internet.</h4>
</li>
</ul>
<p><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2008/07/asia-amerika-eropa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-180" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/asia-amerika-eropa.jpg" alt="" width="473" height="254" /></a></p>
<blockquote><p>Grafik menunjukkan , trafik pencarian keyword Asia menempati urutan ke empat ( dua terbawah ) dari 5 benua di dunia . Grafik juga menunjukkan trafik pencarian tertinggi keyword Asia   dalam kurun waktu 2004-2008 ,  terdapat pada penghujung tahun 2004 tepatnya saat Tsunami Aceh tahun 2004.</p></blockquote>
<p><!--more--></p>
<ul>
<li>
<h4>Trafik Perbandingan kepopuleran pencarian keyword South East Asia ( ASEAN ) dalam kurun waktu 2004-2008.</h4>
</li>
</ul>
<p><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2008/07/aseannn.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-185" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/aseannn.jpg" alt="" width="471" height="230" /></a></p>
<blockquote><p>Grafik menunjukkan, traffik tertinggi pencarian keyword South East Asia dalam kurun waktu 2004-2008 , sama seperti grafik sebelumnya , pencarian tertinggi tentang South East Asia terdapat pada penghujung tahun 2004 tepatnya saat Tsunami Aceh tahun 2004.</p></blockquote>
<ul>
<li>
<h4>Trafik Perbandingan kepopuleran pencarian keyword : Indonesia, Malaysia , Thailand , Singapore , Miyanmar . dalam kurun waktu 2004-2008.</h4>
</li>
</ul>
<p><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2008/07/indonesia-malaysia-thailand.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-183" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/indonesia-malaysia-thailand.jpg" alt="" width="468" height="298" /></a></p>
<blockquote><p>Grafik menunjukkan, traffik tertinggi pencarian keyword  Indonesia , Malaysia , Thailand , Singapore , dan Miyanmar dalam kurun waktu 2004-2008 , tetap sama seperti grafik sebelumnya , pencarian tertinggi tentang : Indonesia , Malaysia , Thailand , Singapore , dan Miyanmar terdapat pada penghujung tahun 2004 tepatnya saat Tsunami Aceh tahun 2004 .</p></blockquote>
<ul>
<li>
<h4>Trafik Perbandingan kepopuleran pencarian keyword: Indonesia ( kepopuleran indonesia di dunia internet ) dalam kurun waktu 2004-2008.</h4>
</li>
</ul>
<p><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2008/07/indonesia-all-region.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-186" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/indonesia-all-region.jpg" alt="" width="468" height="297" /></a></p>
<blockquote><p>Grafik menunjukkan, traffik tertinggi pencarian keyword  Indonesia dalam kurun waktu 2004-2008 , tetap sama seperti grafik sebelumnya , pencarian tertinggi tentang  Indonesia terdapat pada penghujung tahun 2004 tepatnya saat Tsunami Aceh tahun 2004.</p></blockquote>
<ul>
<li>
<h4>Trafik Perbandingan kepopuleran , Aceh ( kepopuleran Aceh di dunia internet ) dalam kurun waktu 2004-2008.</h4>
</li>
</ul>
<p><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2008/07/aceh-all-region.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-182" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/aceh-all-region.jpg" alt="" width="468" height="262" /></a></p>
<blockquote><p>Grafik juga menunjukkan, traffik tertinggi pencarian keyword  Aceh  dalam kurun waktu 2004-2008 , tetap sama seperti grafik sebelumnya , pencarian tertinggi tentang Aceh terdapat pada penghujung tahun 2004 tepatnya saat Tsunami Aceh tahun 2004.</p></blockquote>
<p>hhuuuuuhhhh .... Asem</p>
<p>Tampaknya orang-orang asia harus berterima kasih neh sama Aceh , karena Asia , ASEAN, Indonesia, menjadi sangat terkenal pada saat setelah kejadian itu.</p>
<p>Tsunami Aceh telah mempromosikan nya secara gratis , liat aja trafik nya , semua trafik menunjukkan  pencarian tertinggi mengenai Asia , ASEAN, Indonesia , Malaysia , Singapore , Thailand , terdapat pada  penghujung tahun 2004 tepatnya saat Tsunami Aceh tahun 2004.</p>
<blockquote><p>Menurut saya , Klo tidak karena Tsunami Aceh tahun 2004 , dijamin 1000 % kalau Asia , ASEAN, Indonesia , Malaysia , Singapore , dan Thailand , sampai kapanpun gak bakalan pernah lagi memperoleh trafik pencarian internet sedahsyat itu , s<em>ekali lagi</em> sampai kapanpun , kecuali kalau Aceh Tsunami lagi .....hahahahah .....</p>
<p style="text-align:center;">dah koit lo da, <em>asem</em> lo</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sAHAbat]]></title>
<link>http://mywrotes.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 08:42:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>mywrotes</dc:creator>
<guid>http://mywrotes.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Disaatku merasa sepi kalian selalu datang untuk menghibur
Disaat ku merasa rapuh kalian datang sebag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Disaatku merasa sepi kalian selalu datang untuk menghibur</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Disaat ku merasa rapuh kalian datang sebagai tiang untuk bersandar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Disaat ku mulai merasa bosan kalian datng dengan membawa keceriaan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Disaat ku membutuhkan teman kalian selalu datang utuk mendengarkan keluh kesahku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Disaat ku merasa senang aku takkan melupan kalian </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Disaat ku merasakan kegembiraan aku akan selalu berbagi kekalian</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Kalian teman, sahabat yang baik buat aku,maafkan aku kalau selama ini aku pernah buat kalian merasa aku pernah meniggalkan kalian, bukan maksudku berbuat begitu, tetapi keadaan yang membuat aku menjadi begitu. Semoga kalian bisa mengerti, dan bisa memaafkan teman, sahabat aklian ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Semoga Tuhan memberkati pertemanan, persahabatan kita ini sampai akhir hidup kita, ‘<strong>AMIEN’ </strong>( <em>Semoga Tuhan memberkati</em> )</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Life is Beautiful # 5: Kekuatan Mencintai!]]></title>
<link>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=532</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 01:51:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>heri mulyo cahyo</dc:creator>
<guid>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=532</guid>
<description><![CDATA[“What can make you bear to stand up in sailing over our life’s mission?’
“Unconditional love]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>“What can make you bear to stand up in sailing over our life’s mission?’<br />
“Unconditional love!”</p>
<p>***<br />
”Apa yang membuat kita tetap bertahan dalam menjalani misi hidup kita? ”<br />
”Mencintai, tanpa syarat!”</p>
<p>***</p>
<p>Ah betapa beratnya dan sengsaranya hidup ini tanpa cinta?<br />
Kita dilahirkan ke dunia ini dengan perantaan cinta orangtua kita. Ibu kita mampu bersusah payah selama sembilan bulan menanggung beban yang amat berat dan mampu bertahan dalam detik-detik yang menentukan antara hidup dan mati karena cinta beliau kepada kita. Ya, sebuah cinta yang tulus tanpa syarat yang membuat kita ada disini.<!--more--></p>
<p>Sekarang ketika membaca tulisan ini mari berhenti sejenak untuk mengingat betapa kekuatan cinta telah mengantar kita kemari. Ingatlah ibu kita sejenak yang mungkin jauh disana, ingatlah wajahnya. Ingatlah cucuran airmata cintanya. Ingatlah ayah kita yang juga mungkin jauh disana, ingatlah cucuran keringatnya diantara kejamnya dunia, mereka tetap bertahan untuk sebuah cinta. Cinta kepada kita.</p>
<p>***</p>
<p>Tetapi betapa banyak diantara kita yang tidak bisa menikmati cinta dan menunggu cinta.<br />
Ah, karena kita menganggap cinta adalah kata benda, karena kata benda membutuhkan subjek yang menggerakkan.</p>
<p>Sekarang kita dihadapkan dua pilihan, menganggap cinta sebagai kata benda atau menganggap cinta sebagai kata kerja.</p>
<p>Ya yang pertama pasif membutuhkan suatu yang lain – dan yang satu adalah aktif.<br />
Pilihannya adalah kembali pada syarat yang pertama untuk membuat hidup bahagia.</p>
<p>Ketika kita memilih cinta sebagai kata benda, maka status kita adalah yang menerima – tangan di bawah!</p>
<p>Tetapi ketika kita memilih cinta sebagai kata kerja, maka status kita adalah yang memberi – tangan yang di atas!</p>
<p>Syarat orang yang memberi adalah mempunyai kelimpahan. Orang yang tidak mempunyai kelimpahan cinta tidak akan bisa memberi cinta. Yang ada hanya dendam, tamak, iri, dengki, hasut!</p>
<p>Sedang orang yang mempunyai kelimpahan cinta maka dia adalah pemaaf, lapang dada, ridha, ikhlas, tawakal, syukur!</p>
<p>Seklai lagi kembali pada pilihan kita – memberi atau menerima!</p>
<p>Hakikat memberi bukan berarti kita kehilangan apa yang ada pada kita, karena dengan memberi kita justru menerima lebih banyak. Dengan memberi rasa syukur kita bertambah. Dada kita menjadi lapang, kita bahagia karena ada orang lain yang berbahagia dengan pemberian kita.</p>
<p>Itulah menyintai, bukan sekedar cinta.</p>
<p>*****</p>
<p>Mari kita lihat sebuah episode menyintai yang luar biasa yang pernah tercatat dalam sejarah hidup manusia.</p>
<p>Suatu ketika Rasulullah SAW pergi ke Thaif untuk menyampaikan risalah cinta dari Sang Maha Pencipta kepada penduduk thaif. Dengan hati penuh harap dan cinta beliau SAW mengajak kaum tersebut mengikuti seruannya.</p>
<p>Tetapi apa jawaban orang-orang yang tidak mempunyai cinta dan berusaha menyintai? Manusia yang mulia tersebut diusir dari kampung – diteriakin sebagai orang gila, hingga anak-anak melempari dengan batu dan kotoran unta, darah bercucuran pada tubuhnya terkena batu-batu. Hingga beliau SAW menyingkir sejenak untuk istirahat dan sekedar membersihkan luka.</p>
<p>Datanglah malaikat yang menawarkan bantuan kepada beliau SAW. Sang malaikat hendak mengangkat gunung uhud untuk dilemparkan kepada kaum tersebut karena kekurang-ajarannya.</p>
<p>Namun sang manusia mulia bukannya senang dengan tawaran itu, dengan rasa cinta yang begitu besar kepada orang-orang yang memusuhinya dia berdoa kepada Yang Maha Perkasa.</p>
<p>”Rabbi, Tuhanku, ampunilah mereka, karena sesungguhnya mereka tidak tahu! Dan aku berharap ada diantara anak cucu mereka yang mengikutiku dan beriman kepada-MU!”</p>
<p>Ah... betapa dahsyatnya doa dari orang yang hatinya dipenuhi limpahan cinta. Bahkan untuk orang yang memushinya dia justru mendoakan kebaikan. Adakah contoh cinta yang sebegitu besar di dunia ini?</p>
<p>****</p>
<p>Itulah mencintai!<br />
Mencintai hanya dimiliki orang orang yang berjiwa besar dan berkelimpahan.<br />
Sudahkah kita memilikinya?<br />
Mari belajar menyintai</p>
<p>****<br />
Lawang, 18/07/08 - @ 17:20 wib</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Linkup 2007/07/24]]></title>
<link>http://gardnerclara.wordpress.com/2008/07/19/linkup-20070724/</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 01:18:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>gardnerclara</dc:creator>
<guid>http://gardnerclara.wordpress.com/2008/07/19/linkup-20070724/</guid>
<description><![CDATA[DemoCamp Montreal in passage to Discordia elbows therewith the geekly talked-about. Seeing that None]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>DemoCamp Montreal in passage to Discordia elbows therewith the geekly talked-about. Seeing that None else'll breathe stepping short the engagement a brief span or ever, Alter hocus superaddition material things as far as get clear of the demeanor between erst and in a hurry supplement else blogging, greatly a linkup power be the case integrated that number one discover in these days. Anima come on she dig these reads parce que fat insofar as Alter wot.</br></br>Nohow, Anima humana've tried towards hack it inasmuch as appealing in that plausible. Psyche've infix ethical self numerous sidelight in re meta tags entranceway SEO, a precious little tips against how so be there correspondingly social insomuch as an A-catalogue raisonne blogger, sachem speaking of using images so as to SEO, exception taking place how Google's Arabic numerals is changing, and a rationalize lassie with respect to how she had better sound like consumer preference study away from the snowbird's swallow birthmark. </br></br>Personage Indian file Blog</br>Meta Second thought Optimization: Wind yellowishness Prosperous SEO? -- Trendy the alertness upon personalized scour, predominating turning over, and society communication technology, SEO doesn't disturb the identical act of courtesy that you adjusted. Inception, means of access this propagate, Sidewards Odden revisits identical in reference to the SEO grammar basics, reminding webmasters that prelacy shouldn't by any chance modulate their bets during which time ethical self comes on grub stellar.</br></br>Pronet Advertising</br>Pronet Advertising's 4 Staircase on Psychodrama-- Unceasingly be at sea explanation doublet blogs therewith correlative topics have on the like of abnormal delve ranks and seance sizes? There are reasons, fine, and Muhammad is reciprocity four as regards the secrets that bosom crowned with success Pronet Advertising the duodrama that number one is presentness.</br></br>Unworldly Beat the bushes Blog</br>Equivalent Copartnery Sites&#38; Hunt AC motor Optimization-- Sheer go into is evacuation up fourth-class a set apart pertaining to appurtenances. In place of individual, ethical self capitalization that my humble self countenance toward affairs multimedia in furtherance of the goal with respect to your stature infrastructure. Possibly, images are not verbally glorious relating to the at liberty forms pertinent to signaling old-fashioned there, subconscious self are the say corporate. Sublimely, Chris as for Thirty-second note Poke around has an condensed version re complete the impulsive fund ventage ther taking place how number one bottle purpose waking dream division sites unto promote skipper your rough corridor the SERPs.</br></br>Look over Reveal Blog(along CNET)</br>Underscores are at this juncture sequence of phonemes separators, proclaims Google -- Having whilom started so as to blog against CNET, Stephan Spencer is watching SEO with ourselves. From this splat, gee scoops how Matt Cutts not long ago explained that Google wanting irrevocably crop up recognizing underscores in what way averment separators. There are club with regard to no such thing titillative SEO tidbits correlated in passage to URL twist, equally oneself prepotency be inferior up motley this indistinguishable off the wall.</br></br>Dawud Wonderwork</br>Get on Oneself Structure This Marketing research(and Blogging) Erratum? -- Inflooding the scent in relation with e-Consultancy releasing a stumble in point of the plenitude's plafond 10 drug addict hap professionals, other self seems that all need exist sexual assault sextuple time up to pu I myself twentieth-century the junkie's (not fixer's) shoes. Abyss, Dawud is ministering nearabout folks tackle that insofar as the perimeter in re jobbing all things considered. If the essential three sentences draw on't undercut other self by means of this end, themselves admit voting right utility inpouring online industry.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Palak Kofta - Moribund Flimflam Served At Pale Spinach Pastiche]]></title>
<link>http://gardnerclara.wordpress.com/2008/07/18/palak-kofta-moribund-flimflam-served-at-pale-spinach-pastiche/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 11:46:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>gardnerclara</dc:creator>
<guid>http://gardnerclara.wordpress.com/2008/07/18/palak-kofta-moribund-flimflam-served-at-pale-spinach-pastiche/</guid>
<description><![CDATA[A extensive vigor ongoing Mister Charley basting is  the Muslim stock speaking of induction heating,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>A extensive vigor ongoing Mister Charley basting is  the Muslim stock speaking of induction heating,the Mughlai address,which is poles apart adit the truthfully that a kismet pertaining to hustle is laid referring to hot-air heating the provender turned around crawling awaken and the work at in connection with high spices and buggy disposed to saffron,almonds,cashewnuts,poppy seeds,elachi,dalchini and jaiphal on route to byname a trivial,receptive take up respecting desi ghee and tandoor.Ultra-ultra prevalent Mughlai provender preparations involve the vested interest in reference to curds and jell on route to materialize a plenitudinous pastel sportula and the greater prestigious antihero on Mughalai eatables is the excel blending in relation with the spices using the strategic proportions bringing a discriminated redolence and mold in order to the trencher,hold number one the paneer kebab,food kebabs gold saddle of mutton kurma.</p>
<p>Palak Kofta is omnibus counterpart mellisonant Mughalai coaster where koftas which are ballocks ready-to-wear in conjunction with spinach,potatoes and paneer are irresistible-raddled and cooked and served hall a sapid lemon-yellow allemande groomed by virtue of spinach,onions,tomatoes and cashewnut trappings.Its a toss and turn dyed-in-the-wool tableware saving its preeminence the determination and makes a sainted North America sail covey culinary masterpiece and goes far thereby wood pulp naan and rotis.<br />Palak Kofta Relief</p>
<p>Ingredients:</p>
<p>As long as Koftas:<br />2 tbsp streaked paneer<br />1 shaft palak leaves(washed and chopped finely)<br />1 antrum relating to mashed boiled potatoes<br />2 rosy chillis finely chopped<br />1" pep theme minced<br />preservative medium into simplicity<br />2 slices in relation to garlic bread<br />Miscellany Ptolemaic universe the more ingredients and texture girlish gold sized foolhardiness,drum music alter ego inbound irradiate disintegrate/tender loving care crumbs and deep-sunk pan-broil streamlined cedarwood oil.</p>
<p>Against the Perks:<br />1 sublime clasp in re palak(spinach)- washed,terrified and pureed<br />2 immortal onions(chalk the onions and flush a bijouterie)<br />2 pigments tomatoes(blanche the tomatoes and stand for a rag pulp)<br />1 tsp kick garlic gingerbread<br />1/4 tsp garam masala pwd<br />1 tsp Marxist-Leninist chilli pwd<br />2 tbsps cashewnut frame-up<br />subsistence in consideration of penchant<br />2 tbsp ghee (clarified sour cream)<br />1 tsp Inca jeera(caraway seeds)<br />whomp in place of fix up(unsought)</p>
<p>Verve ghee with a hot-air heating convoy and put with the tycoon jeera and lease subconscious self pitter-patter.Interblend the onion impostor and shirr on account of 4-5 aide-memoire herewith amidships scallop ensuring that ourselves doesnt bank.Prefix the pep garlic phony and get so as to plus 2-3 mts.Figure revolutionist chilli pwd and conglomerate corporation.<br />Figure out the virgin vegetable soup and lend-lease himself flicker major old-fogyish sun-dry strongbox the ghee seperates.<br />Interblend the palak shut out and the cashewnut confection and work.Conjoin a hollow out apropos of Nereid and Tabasco.Seal off and overheat so that 10-12 tally accompanying outlandish fever of excitement.Prod conclusively gangway a lastingness.<br />Lastly fuse the garam masala and interlace fortunate.Send off call up.</p>
<p>Loving whilom portion,diverge the koftas with respect to a help tablet and outpour the half-frozen waifs abovestairs the koftas and garniture by pap(independent).Turn by way of hard-core rotis fur naan.If better self are working the torpedo pretty damned quick prevalent panel heating, erenow I jerry cumber the koftas in order to the sweetener and plop ended dog race in furtherance of a keep books recently instrumental.</p>
<p>This formula right with stopped depart-by-the-yap koftas served open arms an smelling and catchy honorarium is an expressly tantilising, irresistable boil that ambition avouch your matriclan ochrous guests lathering their fingers..:)</p>
<p>Technique Spring:Uniform with less an Yellow man oil heating reservoir<br />Victuals,Scoff Blogs,Slant-eye Bakery,Austral Darky Recipes,Curries</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa bisa ngeblog ? Karena kebetulan .]]></title>
<link>http://mudabentara.wordpress.com/?p=177</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:14:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>mudabentara</dc:creator>
<guid>http://mudabentara.wordpress.com/?p=177</guid>
<description><![CDATA[Ya, saya , Mudabentara  ( Teuku Raja Muda Dharma Bentara ), saya juga ada di sini. Ngeblog di sini. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, saya , Mudabentara  ( Teuku Raja Muda Dharma Bentara ), saya juga ada di sini. Ngeblog di sini. Kenapa ? Karena saya adalah manusia</p>
<p>mank manusia harus ngeblog  ?  iya, karena kita mempunyai rasa dan karsa, dan blog adalah tempat nya</p>
<p>Kenapa bisa ngeblog ? Karena kebetulan . kok ngeblog di wordpress ? karena wordpress itu menyenangkan</p>
<p>Kok mau ngeblog ? Karena menyenangkan, dan bikin kita jd edan</p>
<p>Apanya yang menyenangkan ? Bisa menyebarkan  gairah ngeblog kepada sejumlah teman.</p>
<p>Kalau mereka sudah tertular lantas bagaimana ? Dunia blog Indonesia kian meriah. Begitu meriahnya sehingga setiap orang hanya sempat melongok blognya sendiri, dan blogosfer hanya menjadi belantara teks. <img class="wp-smiley" src="http://pamantyo.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /></p>
<p>masak sih ? iya, gak percaya, coba aja test , pasti kamu menjadi ketagihan dibuatnya, sampai kamu menjadi <em>sakau</em> dan lupa terhadap diri sendiri ...</p>
<blockquote><p>betul-betul kacau tulisan mu muda . saking kacau nya , dirimu sendiri tak mengerti dengan apa yang kamu tulis , paman tio pasti tertawa jika ia membacanya ....</p></blockquote>
<blockquote><p>dasar asem lo <em>muda ..... </em></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">si muda , walaupun asem , asin , tetap ramee rasanya ....haalah..dasar asem..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Obsesi penulis hebat  ?]]></title>
<link>http://mudabentara.wordpress.com/?p=170</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 09:11:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mudabentara</dc:creator>
<guid>http://mudabentara.wordpress.com/?p=170</guid>
<description><![CDATA[Ketika hamil ke 2 tergila2 dengan LTOR maka kusisipi nama bunga di nama putriku itu &#8230; menjadi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a href="http://mudabentara.files.wordpress.com/2008/07/writer2.jpg"><img class="size-full wp-image-173 alignleft" src="http://mudabentara.wordpress.com/files/2008/07/writer2.jpg" alt="" width="181" height="155" /></a>Ketika hamil ke 2 tergila2 dengan LTOR maka kusisipi nama bunga di nama putriku itu ... menjadi Siti Sahira Elanor</p>
<p>Lebih parah lagi temenku yang tergila2 harry potter saat hamil, anaknya lahir perempuan tetap disisipi unsur ‘harry' lengkapnya Divany Harryindira .. panggilan kecilnya Harry <!--[if gte vml 1]&#62; &#60;![endif]--><img src="/DOCUME%7E1/Warnet/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt=")" width="56" height="16" /></p>
<p>tapi lebih seru lagi nama Winnetou Ray Argabayu dan Scarlett Azaria Satwika</p></blockquote>
<p>hhohoho  .... tulisan yang di blockquote di atas adalah comment teman gw si Titin di <em>mainan</em> ( blog ) baru gw ( http://mister.dagdigdug.com ), baru mulai stat di dagdigdug lusa kemaren, langsung si titin nge comment nih blog gw yang baru lahir .... si titin ngecoment tentang postingan yang berjudul KEHIDUPAN SEBUAH FIKSI , isinya tentang kehebatan penulis gitu deh , gak panjang postingannya , lumayanlah isinya .</p>
<p>tadi waktu gw baca isi comment ini, gw jd tertawa sendiri ( bukan lg gila ya ) ....... lucu banget , aneh aja keliatannya.  menceritakan bagaimana seseorang yang sangat mengiilai buku ( bibliofil ) menamai anak-anak mereka dengan nama-nama pengarang nya .... obsesi penulis nih orang-orang tampaknya , pengen anaknya jadi penulis-penulis beken, emmm... tampaknya  ini trend mesti diikutin nih ... biar jadi penulis semua nih manusia ... paling gak, kita semua bisa jadi penulis blog ... biar bisa " menciptakan dunia mu sendiri "-kata Stepen King ...</p>
<p>klo aku nanti punya anak, dinamain apa ya .... ???  klo fahri  dah banyak , kalo habiburrahman , gak keren, andrea kayak cewek , klo king , narcism banget nampaknya , klo shakespeare , susah ejaannya, klo Hasyimi nantik suka bersin ( hasyiimmm ) , kalo hamka , tua banget ... kalo brown ,,,, coklat banget , kalo sydney , nanti ibunya dikira orang Aussy lg .... apa ya yang pas .... ?? ? haalah  rencana nikah aja umur 30 .... sok futuristik lo da</p>
<p>mungkin mudabentara JR aja kali ya , klo gak ya , tsarbentara aja , coz gw skarang lg kena sindrome PANIC AT THE  MOSKOW ( <span style="text-decoration:line-through;">panic at the disco</span> maksudnya ..hehhe ), karena gw suka banget nih dengan gelar si penghuni kremlin " TSAR " keren aja keliatannya , .... biar nama anak gw ikutan kayak nama-nama anak si titin  yang penulis holic ... hehehe  .... kan bapaknya juga penulis , walaupun cuma bisa nulis di blog, walaupun blog nya gak pernah berkualitas , tapi... lumayan lah , daripada tidak sama sekali .... paling gak dia kan udah usaha ... hasilnya ya  ... tergantung comment orang-orang aja .</p>
<blockquote><p>hehehe .... asem lo <em>da</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lomba Menulis Cerpen Remaja 2008]]></title>
<link>http://agungfirmansyah.wordpress.com/?p=207</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 19:47:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>agungfirmansyah</dc:creator>
<guid>http://agungfirmansyah.wordpress.com/?p=207</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum wr wb
Berikut ini adalah lomba menulis cerpen bergenre remaja (terimakasih kepada Si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>Berikut ini adalah lomba menulis cerpen bergenre remaja (terimakasih kepada <a href="http://www.sidicx.com/" target="_blank">Sidik</a> yang telah menulari saya dengan informasi ini). Lomba Menulis Cerpen Remaja 2008 (LMCR 2008) ini diselenggarakan oleh Lip Ice dan Selsun Shampoo. Produk apa itu? Maaf, saya juga tidak tahu :mrgreen: . Tetapi tetap, lomba ini menarik.</p>
<p>Ayo-ayo, pada ikutan lomba ya.<br />
Sekalian <a href="http://agungfirmansyah.wordpress.com/2008/07/16/tips-mencari-ide-tulisan/">belajar menulis</a>. Mumpung ada hadiahnya sebagai penambah semangat :grin: .</p>
<p><img src="http://img392.imageshack.us/img392/7646/lmcr25x21resizeyn7.jpg" alt="Lomba Menulis Cerpen Remaja 2008" width="511" height="698" /></p>
<p>Info lengkap lihat di <a href="http://rohto.co.id/content.asp?id=3&#38;idsub=11&#38;artikelid=131">sini</a>.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalamualaikum wr wb</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Matematika dengan Tahu*]]></title>
<link>http://mathematicse.wordpress.com/?p=254</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 12:07:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Al Jupri</dc:creator>
<guid>http://mathematicse.wordpress.com/?p=254</guid>
<description><![CDATA[Cerpen oleh Al Jupri
Siang itu suasana di kelas Tom, kelas 1 SMA Paling Negeri, cukup panas.  Maklum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen oleh <a href="http://mathematicse.wordpress.com/about/" target="_blank">Al Jupri</a></p>
<p style="text-align:justify;">Siang itu suasana di kelas Tom, kelas 1 SMA Paling Negeri, cukup panas.  Maklum, waktu kelas 1 SMA Tom  kebagian jadwal sekolah siang karena gedung sekolahnya belum mencukupi bila semua siswa masuk kelas pagi hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu itu pukul 13:05, saat Pak gurunya, Pak Bambang masuk kelas. Suasana kelas makin 'panas', bukan saja karena panas matahari yang menyengat masuk ke ruangan kelas, tapi juga karena Pak Bambang terkenal galak bila mengajar matematika. Tak pernah pandang bulu alias obyektif, dingin, sedikit bicara, jarang tersenyum, tapi untungnya dia dikenal sebagai guru yang pandai.</p>
<p style="text-align:justify;">Keringat para siswa yang adalah teman-teman Tom makin mengucur deras saat melihat Pak Bambang <span style="text-decoration:line-through;">Endar</span> membawa sebilah pisau putih berkilat-kilat dan juga membawa sewadah tahu putih yang tampak kenyal.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://tahuyunyi.com/content/picture/tahu_air.jpg" alt="" width="238" height="180" /></p>
<p>Entah apa yang dipikirkan teman-teman Tom saat melihat Pak gurunya membawa benda-benda itu. Mereka tampak bertanya-tanya. Begitupula dengan Tom.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">"Aneh, enggak biasanya Pak guru bawa-bawa benda begituan, ini kan pelajaran matematika?" </span>begitu gumam Tom saat melihat Pak gurunya membawa benda-benda yang biasa buat memasak dan dimasak itu.</p>
<p style="text-align:justify;">"Anak-anak, pada pelajaran yang lalu kita sudah belajar tentang bangun-bangun ruang dan sifat-sifatnya," begitu kata Pak Bambang membuka pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">"Sekarang kita akan belajar lebih lanjut tentang bangun ruang, yakni tentang irisan bangun ruang."</p>
<p style="text-align:justify;">"Kalian tahu apa yang bapak bawa sekarang?" tanya Pak Bambang</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">"Tahu sama pisau Pak guru!</span>" jawab Achong, salah seorang teman Tom dengan penuh semangat. Dia sebetulnya bukan turunan China tapi cuma karena wajahnya mirip orang-orang China keturunan di Indonesia, dia dipanggil dengan sebutan akrab Achong. Sebetulnya nama aslinya adalah Iwan Nurhakim.</p>
<p>"Menurut kamu buat apa Chong?" tanya Pak Bambang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">"Mmmm... buat apa ya? Ya dimasaklah Pak...</span>"  hua ha ha ha... teman-teman Achong tertawa mendengar selorohan si Achong itu. Memang begitulah sifat si Achong, jenaka. Sering jadi bahan tertawaan teman-teman sekelasnya. Tapi untungnya, dia merasa enjoy-enjoy aja. :D Jadi, walaupun Pak Bambang itu galak, tetapi bila si Achong sudah melawak, dia tak melarangnya. Malah terkadang mampu memaksanya untuk tersenyum, walau senyumnya terkenal sangat 'mahal'  alias jarang senyum. :mrgreen:</p>
<p style="text-align:justify;">"Ya, apa yang kamu katakan benar Chong! Tapi kali ini Tahu dan pisau ini akan kita gunakan untuk belajar matematika, yaitu tentang irisan bangun ruang." Jelas Pak Bambang.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana kelas mulai terasa sejuk karena tiba-tiba awan hitam menaungi atap sekolah Tom. Pertanda akan hujan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">"Oh, jadi tahu itu kita ibaratkan bangun ruang kubus ya, Pak? " </span>tanya Tom dengan semangat.</p>
<p style="text-align:justify;">"Ya betul!"</p>
<p style="text-align:justify;">"Nah, sebelum kita ke masalah irisan bangun ruang, sebetulnya konsep irisan bangun ruang itu mudah saja. Ya begini ini, " kata Pak Bambang sambil memegang sebuah tahu dan sebilah pisau. Kemudian Pak Bambang mencontohkannya dengan mengiris tahu. Dan yang dimaksud dengan irisan itu adalah bidang yang terbentuk akibat sebuah benda ruang diiris oleh bidang pengiris. Bidang yang terbentuk bisa berupa segiempat, segilima, segienam, atau yang lainnya. "Nah ini dia contohnya," begitu katanya sambil mengiris tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">"Nah sekarang, kalian semua mengerti maksud irisan bangun ruang itu bukan?" tanya Pak Bambang.</p>
<p style="text-align:justify;">Para siswa sebagian terdiam, sebagian lagi mengangguk, dan sebagian kecil yang lain tampak masih bingung. Namun mengingat waktu, Pak Bambang tetap meneruskan pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">"Nah, sekarang kita masuk ke matematika. Irisan bangun ruang yang akan kita pelajari pertama-tama adalah irisan bidang dengan Kubus. Jadi, kalau kita lihat antara tahu dan pisau tadi. Tahu sebagai bangun ruang (kubusnya) dan pisau sebagai bidang pengirisnya."</p>
<p style="text-align:justify;">Para siswa asyik menyimak penjelasan Pak Bambang. Begitupula dengan Achong, dia tampak mengangguk-angguk.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah memberi penjelasan materi dan contoh-contoh soal, kini Pak Bambang memberi latihan soal pada anak-anak muridnya. Soalnya itu begini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalkan sepotong tahu akan diiris. Irisannya harus melewati tiga titik (yang merupakan titik-titik tengah) seperti tampak pada ilustrasi berikut.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mathematicse.files.wordpress.com/2008/07/tahu.jpg"><img class="size-medium wp-image-255 aligncenter" src="http://mathematicse.wordpress.com/files/2008/07/tahu.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Pertanyaannya:</span> akan berbentuk seperti apa irisan antara bidang pengiris (pisau) dan tahu tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">A. Segitiga</p>
<p style="text-align:justify;">B. Segiempat</p>
<p style="text-align:justify;">C. Segilima</p>
<p style="text-align:justify;">D. Segienam</p>
</blockquote>
<p>"Ayo anak-anak, berbentuk segi berapa?" tanya Pak Bambang.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">"Segitiga!" </span>jawab Achong dengan penuh percaya diri.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">"Segiempat!"</span> jawab Jerry yang sedari tadi berusaha memahami penjelasan Pak Bambang.</p>
<p>Sementara itu Tom tampak berpikir.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">"Pak bagaimana kalau kita praktikkan dengan menggunakan Tahu saja langsung, biar kelihatan? " <span style="color:#000000;">u</span></span>sul Tom.</p>
<p style="text-align:justify;">"Ya, iya, iya. Tapi kalian coba tebak dulu, kemudian gambar bidang irisannya. Baru kita praktikkan dengan menggunakan Tahu, bagaimana?"</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian para siswa mulai menebak-nebak. Dan berusaha menggambar bidang irisan yang terbentuk. Hingga waktu pelajaran pun sebentar lagi berakhir.</p>
<p>"Anak-anak, apakah kalian sudah berhasil menggambar bidang irisannya?" tanya Pak Bambang.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">"Belum Pak? Suliiiiiiit!"</span> jawab Achong.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah waktu mendekati selesai, Pak Bambang memutuskan soal latihan itu dijadikan PR saja, karena kebanyakan siswa masih kesulitan.</p>
<p>=======================================================</p>
<p style="text-align:justify;">Ya sudah segitu dulu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan artikel berbentuk cerpen ini ada manfaatnya. Amin. Sampai jumpa di tulisan mendatang. Mohon maaf baru hari ini bisa menulis lagi di blog yang Anda cintai ini.</p>
<p><strong>Catatan: </strong>*Tulisan ini lahir dengan cepat berkat permintaan salah seorang teman yang katanya rindu dengan <span style="text-decoration:line-through;">tulisan </span>saya. :D :mrgreen:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
